Langsung ke konten utama

Membangun Integritas

Membangun Integritas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di sekolah kehidupan saya belajar bahwa setiap orang perlu membangun integritas dirinya, agar ia dimungkinkan membangun integritas kelompok dan organisasi di mana ia berada, yang pada gilirannya dapat pula menyumbang kearah pembentukan integritas masyarakat bangsa. Caranya adalah dengan: pertama, menunjukkan kejujuran dan berani berbicara sesuai kenyataan; kedua, menepati janji atau melakukan apa yang dijanjikan dan tidak membocorkan rahasia; dan ketiga, bertindak konsisten dalam arti menyatukan kata dengan perbuatan.

Di sekolah kehidupan pula saya belajar bahwa secara praktik barangsiapa yang pernah berbohong; atau pernah ingkar janji; atau pernah mengkhianati kepercayaan orang lain, memenuhi syarat untuk disebut munafik. Sebab kawan-kawan muslim mengajarkan kepada saya bahwa tiga ciri manusia munafik adalah: apabila ia berbicara, ia bohong; apabila ia berjanji, ia ingkar; dan apabila ia diberi kepercayaan [amanah], ia berkhianat. Dan saya merasa bahwa penjelasan mengenai tiga ciri kemunafikan itu begitu operasional dan praktis.

Sedemikian operasionalnya pengertian orang munafik di atas, maka setiap orang langsu
... baca selengkapnya di Membangun Integritas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Busana Muslim

KJC40 Busana muslim KATUN SUPERNOVA Kemeja blus katun terbaru dari bahan katun supernova dengan motif polos kombinasi batik. Berkancing depan dengan model lengan terompet,lengan 7/8.
Standard Ukuran (cm) :SIZE AS fit to XLLingkar Dada : 106 cmPanjang :69 cmPanjang Lengan : 40 cmBahu : 39 cm Harga : Rp. 65.000.


Gamis Muslim Casual

Kode HND507
Gamis Muslim Casual
Rp. 120.000 / ptg
Minimal 3 potong
Detail : Bahan maxmara, resleting depan, tali kiri kanan.
Bawah model payung, tangan manset payung, busui friendly
Size : Ld 114 cm, Pj 145 cm
Berat 432 gram / ptg SMS ORDER 082142514044
WA 085230827565

Antara Perkawinan, Berwirausaha, dan Menulis

Seorang sahabat lama curhat kepada saya tentang perkawinan. Gara-garanya dia enggak tahan saya tanya terus, “Kapan kamu menyusul kami-kami yang udah married?” Setelah komentar pujian, ucapan terima kasih, pengantar, dan pendahuluan di sana-sini, akhirnya sampai juga ke “isi buku” sebenarnya. Ternyata, sahabat saya ini bukannya tidak ada penggemar berat atau calon pendamping yang serius. Tetapi, hasil bacaan saya lho ya, persoalannya lebih disebabkan oleh beberapa hal yang sepintas tampak sangat sepele.Rupanya, sahabat ini ragu dengan “dunia rumah tangga” yang tidak dia kenal. Seperti biasa, informasi dari sana-sini begitu memengaruhi. “Ntar kalau sudah punya suami, wah… ribet mengurus anak dan suami,” begitu katanya, sembari membandingkan betapa kenyamanan berlebih yang dia dapat bersama keluarganya. Zona nyaman dan “daerah antah berantah” itu mungkin saja sangat memengaruhi sahabat saya ini, sekalipun saya menduga pastilah ada faktor-faktor lain yang ikut berperan.Tetapi okelah, apa…